The PhD Mama

Diluar dikotomi mama di rumah dan mama bekerja, ada satu dimensi yg uniknya lain dari yg lain: mama sekolah (doktoral/PhD), specifically yg ikhtiar studi lanjutnya sampai merantau ke lain benua. Sungguh, dimensi ini membuat saya tersentuh, tak hanya haru, tapi juga empowering. Bahwasanya, perempuan, walaupun sudah jadi istri dan ibu, tetap adalah pribadi yg memiliki impian, cita-cita, dan aspirasi. Segala pilihan yg ia jalani, baik itu menjadi ibu rumah tangga, ibu bekerja, maupun ibu sekolah, adalah sebagian dari apa yg namanya “the power of motherhood”. Baik di rumah, bekerja, atau merantau studi lanjut sampai ujung dunia menjadi bagian dari ekspresi cinta dan pengabdiannya terhadap orang-orang yg ia kasihi dan juga sesamanya. Semua pilihan baik adanya jika dilakukan dengan penuh cinta dan ketulusan.
.
Khusus untuk dimensi mama sekolah, ini menjadi salah satu dimensi sumber inspirasi saya sebagai perempuan. PhD Mama around the world ini menjadi “guru-guru” saya dalam memaknai motivation, persistence, perseverance, and determination. I really do admire you, dear PhD mama!

 

Menjalani ikhtiar studi sebagai PhD mama ini tidaklah mudah; banyak tantangan yg sangat kompleks, apalagi saat rantau jauh dari negara sendiri, belum lagi yg harus LDR-an dengan suami dan anak. Goodness, it must be very tough. Namun yg didampingi keluarga pun juga memiliki tantangan yg membawa makna dan berkah tersendiri. Dibalik perjuangan dan ketangguhan seorang PhD mama, disitu ada suami yang sungguh pengertian dan sabar sebagai pendamping PhD mama yg mumpuni (PPhD). Ada anak-anak yang tumbuh dan besar dalam kemandirian dan open-mindedness. Dan ada keluarga yang forward-thinking dalam memaknai value dari pendidikan tinggi.
.
Tidak semua mendapatkan kesempatan untuk merasakan menjadi seorang PhD mama. Pun jika ada kesempatan, tidak semua berani untuk keluar dari zona nyaman dan menjalaninya. To my perspective, PhD mama is pejuang cipta, rasa, karsa, dan cinta. Dibalik segala keterbatasan dari kondisi di luar zona nyaman seorang PhD mama, tersimpan the skill of survival and creativity yg sungguh incredible.
.
Saya sendiri banyak belajar dari teman-teman yg PhD mama; baik itu dari negeri sendiri maupun worldwide. Satu catatan saya setelah membaca beberapa jurnal-jurnal akademik dan tesis-tesis tentang dinamika motherhood dan academia, PhD mama ini adalah worldwide phenomenon. Ada satu benang merah yang saya tarik dari para PhD mama yg hebat ini: Pursuing a PhD while also being a mom is NOT impossible.
.
Untuk temen-temen para mommy (atau bahkan yg sudah punya cucu/granny) yang sedang mempersiapkan ikhtiar studi lanjut doktoralnya, semangat ya! You can do it. There are many PhD mama around the world who have been in the journey and successfully made it! Percayalah dan yakinlah, bahwa jika Allah SWT sudah memberikan jalan dan waktu terbaikNya, everything is possible. Taking a path as a PhD mama is not for the faint-hearted. Only the brave will take this kind of path. If you feel that this is your call, then believe that you have what it takes to pursue it. Restu dari orang tua, dukungan penuh dan cinta dari suami dan anak-anak will strengthen your footsteps in the journey.

Doa saya untuk para PhD mama yg hebat ini, dan juga untuk temen2 semua calon PhD mama, semoga Allah SWT menjaga, melindungi, dan paring berkah utk cita-cita dan ikhtiar teman-teman dan keluarga tercinta, aamiin yra
.
Further readings on PhD Mama Indonesia:
Book: Jurnal PhD Mama by Kanti Pertiwi, dkk (2019 – Gramedia)
Web: https://phdmamaindonesia.com/
.
#PhDMama #PhDJourney #PhDSeries

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s