Papa, benarkah aku masih takut untuk melepas batas-batas bahagia?

46022140_10215132826687575_6904802996593360896_o46176177_10215132826807578_4674458511646654464_oAssalamualaikum papa,
Bagaimana Surga? Aku merindumu di mimpiku pa.
Saat ini, betapa aku ingin bisa selalu tak putus bermimpi indah
Ingin bisa selalu tak putus asa menjemput apa yang menjadi keyakinannya
Ingin bisa selalu tak putus mengejar layang-layang cita-cintanya
Ingin bisa selalu tak putus tersenyum membayangkan angannya
Ingin bisa selalu berani menari-nari di atas nota ketidakpastian
Ingin bisa selalu tak kecil hati mendengar orang berkata betapa terlalu tua utk menjemput cita-cita.

Papa,
Saat kau tak disampingku, aku kehilangan pangeranku, cinta pertama hidupku
Saat kau pergi, aku tak tahu bagaimana menemukan timur-barat-utara-selatan arah cita cintaku
Saat kau tak kembali memperjuangkan aku, aku tak berani memperjuangkan cintaku
Saat kau tak kembali memelukku, aku tak berani memeluk orang lain erat dalam pelukan cintaku
Saat kau tak lagi menolehkan pandanganmu, aku tak berani melepaskan pandangan cintaku jauh ke depan
Aku tersesat jauh di lubuk hulu kesendirian
Aku tersesat jauh di temaram hilir kesepian
Tak berani berenang ke tepian karena derasnya arus keangkuhan
Tak berani berharap ada seseorang yang menarikku dari derasnya arus
Aku benar2 tersesat dan menikmati ketersesatanku dan tak berani membiarkan seseorang memeluk anganku, cintaku, impianku, ragaku, hatiku, jiwaku
Berlari sendiri, berjalan sendiri, tersandung sendiri, jatuh sendiri, terbangun sendiri, sakit sendiri, sembuh sendiri,

Sampai saat kusadari, diriku tak lagi dan bukan lagi anak kecil yang tak mampu meraih ranting pohon tinggi
Sampai saat kusadari tanganku mampu meraih ranting pohon yg tinggi dan mengerti titik balik dunia
Waktu mengantar usiaku, mengantar matang ragaku, tapi tak memberikan tempat jiwaku setahap mengikuti jalan kematangan itu

Papa,
Bukannya aku bermaksud melawan hakikatku sebagai seorang perempuan
Namun, aku belum berani membayangkan untuk suatu saat nanti jadi ibu, pa
Saat aku kehilanganmu, aku kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupku yang membuatku merasa tak punya apa-apa lagi untuk dipertahankan, diperjuangkan
Sejak saat itu, apapun yg ingin kumiliki dalam hidupku kubiarkan lepas, hilang, pergi, tak kembali
Aku selalu siap saat yang terburuk terjadi, namun tak pernah siap saat yang terbaik datang
Rasanya tak masuk di akal pa. Tapi aku masih tak berani membayangkan suatu saat nanti aku mampu untuk jadi ibu sedangkan utk saat ini, jadi istri saja aku masih tertatih belajar, pa.

Dgn segala kekurangan dan kelemahanku, salahkah aku jika aku masih takut utk menjadi ibu suatu saat nanti, pa?
Sungguh aku takut pa. Masih takut utk mampu jadi ibu yg berani tak membatasi kebahagiaannya suatu saat nanti.
Bukannya tak bahagia pa, namun saat ini aku hanya mampu mensyukuri utk bahagia di porsi tertentu. Belum lepas dari kecenderungan untuk senantiasa membatasinya. Masih belum berani utk melepas batas2 bahagianya, pa. Masih berat pa, karena saat merasa terlalu bahagia, ada rasa takut dan bersalah disitu yg entah mengapa aku tak paham. Tapi aku sedang dalam perjalanan kesana pa.

Papa,
Terlalu cacat kah cinta yg aku punyai dan rasakan sekarang?
Apakah benar, pa? sejak kehilanganmu utk yg pertama kalinya dan kedua kalinya, aku takut untuk melepas batas2 bahagia? Terlalu takutkah aku utk benar-benar berhak berada diluar batas2 kebahagiaanku sendiri?
Akankah aku dapat melepas ketakutan itu sedikit demi sedikit?
Bisakah aku suatu saat nanti memberanikan diri untuk menjadi ibu yg tak takut melintasi batas2 kebahagiaannya sendiri?

Doakan aku dari jauh ya Pa dan ijinkan aku untuk mendewasakan jiwaku dengan kebahagiaan sampai akhirnya aku dapat kembali lagi bertemu denganmu dan memeluk jiwamu dengan jiwaku

Aku rindu Papa,
Terima kasih sudah menguatkan perjalananku di dunia ini pa.

Selamat tidur Papa,

Aku sayang Papa.
Alfatihah.

 

Wellington, New Zealand,

November 13, 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s