My Kind of Rainbow; Jauh Adalah Dekat yang Tertunda

Posted: June 25, 2015 in Personal-Me
Tags:

soultraveler

Kenyamanan yang paling terasa yang justru saya dapatkan saat keluar dari zona nyaman saya adalah kenikmatan untuk menikmati ketidaktahuan dan bereksplorasi untuk memenuhi rasa ketidaktahuan itu seperti seorang anak kecil yang berlari mengejar indahnya kupu-kupu.

Karena anak ayam pun harus “memecahkan” kenyamanan cangkang telurnya untuk tumbuh. Dan bayi pun harus “memecahkan” kenyamanan ketuban untuk berkembang. Saat dulu remaja, pernyataan iconic yang mendera adalah proses pencarian jati diri. Setelah dewasa, proses itu pun sebaiknya “tumbuh dan berkembang” pula menjadi sebuah proses pencarian (kese)-jati-(an) diri.

Untuk itu, bagi teman-teman sekalian yang melalui proses tersebut dengan harus sementara waktu berpisah dan meninggalkan keluarga tercinta; saya ingin menyampaikan bahwa justru itu adalah bentuk cinta yang sedang berproses menuju kese-jati-an nya. Mengapa? Karena tak setiap orang “berani” menempuh jalan tersebut. “Keberanian” ini lah yang insya Allah akan mendapatkan segala kebaikan yang penuh dengan pemaknaan kehidupan yang benar-benar dari hati. Dan yakinlah, saat teman-teman jauh dari keluarga untuk berjuang, berikhtiar, dan berdaya upaya, bukan berarti tidak memprioritaskan, tidak mengutamakan keluarga, atau tidak sayang keluarga. BUKAN. Justru inilah salah satu bentuk selfless love and commitment yang insya Allah nanti juga akan diberikan Gusti Allah SWT waktu terindahnya untuk “berlabuh” pada kesejatiannya. Karena semuanya hanyalah sementara. Karena tidak ada yang abadi. Karena hidup tanpa “keberanian” sama halnya berlayar tanpa angin, panas, hujan, badai, ganas ombak, dan…pelangi.

Saya percaya, teman-teman yang sedang merantau jauh dari keluarga adalah pribadi-pribadi yang memiliki ketahanan, kekuatan, kesabaran di atas rata-rata. Dan saya percaya, teman-teman yang sedang merantau jauh dari keluarga insya Allah diberikan keteguhan untuk melindungi dan menghangatkan keluarganya dari jauh seolah serasa tanpa jarak dan waktu.

Kelak, segala ikhtiar teman-teman semua yang sedang dirantau akan menjadi rekam jejak yang indah tidak hanya bagi anak cucu dan keluarga namun juga sesama. Selamat berjuang meraih asa dan impian. Percayalah, suatu saat, pelangi itu akan membiaskan sendiri jalan cahayanya untuk teman-teman untai dalam doa dan rasa syukur yang tak berkesudahan.

Hidup hanya sekali, carilah arti yang hakiki sampai ke ujung bumi untuk menjaga dan memaknai hati setiap hari dengan pelangi.

Titip salam saya untuk keluarga tercinta dari teman-teman semua yang sedang merantau jauh. Semoga doa dan kiriman semangat, kasih dan sayang dari keluarga tercinta akan senantiasa menghangatkan periuk keteguhan, kesabaran, dan kekuatan teman-teman sampai pada waktu terindahnya nanti yang bahkan jarak-pun tak mampu membagi. Carpe Diem!

(Wellington, June 25, 2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s