Archive for August, 2014

Aku ingin berdansa denganmu, tapi dengan cara yang tak biasa.

Dengan irama yg tak biasa.

Dengan gerakan yg tak biasa.

Aku ingin berdansa denganmu hanya dengan memandangmu, jauh ke dasar indah kornea matamu.

Teduhnya senyumanmu membuat jiwaku berdansa.

Sejuknya pandanganmu membuat panca inderaku berdansa.

Dalamnya kalbumu yang berbicara membuat aliran darahku berdansa.

Lagu itu, hanya dirimu yg punya.

Hanya dirimu lah yg mampu membuatku berdansa yang tak biasa.

Suamiku tersayang, ijinkan aku berdansa seperti ini sampai usia tak lagi mampu membuatku berbicara.

Ijinkan aku tetap berdansa seperti ini bersamamu sampai saat jiwa ini lepas dari raga.

Untukmu, hanya ini yg kumiliki, hanya ini yg mampu kulakukan dengan seluruh hati, jiwa dan raga.

Hanya denganmu-untukmu-milikmu.

 

(Wini, 2014; Dialog Dengan Embun)

 

collageus

Advertisements