Maaf, Aku Belum Fasih Mencintaimu

Posted: February 25, 2014 in Personal-Me
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Collagecintacinta5

Yang tersayang sahabat seumur hidupku, Yang terkasih nahkoda dari bahteraku, Yang tercinta suamiku;pasangan jiwaku,

Masih terbata-bata aku mengumpulkan tanggal, hari dan jam untuk tenggelam dalam pelukanmu setiap waktu

Masih terbata-bata aku mengumpulkan keping benakku dari segala kepungan tanggung jawabku disini, utk tenggelam dalam senyum-mu setiap waktu

Masih terbata-bata aku mengumpulkan angan utk bangun lebih pagi sebelum engkau, dengan secangkir teh hangat untukmu setiap waktu

Masih terbata-bata aku mengumpulkan asa utk tidur lebih malam setelah engkau dan mengantar lelap istirahatmu setiap waktu

Masih terbata-bata aku mengumpulkan impian untuk memasakkan sesuatu yang kau suka dan melihat kau menikmatinya setiap waktu

Masih terbata-bata aku mengumpulkan harapan utk dapat menemani sujud Tahajudmu padaNya setiap waktu

Masih terbata-bata aku mengumpulkan cita-cita utk dekat di matamu, dekat di hatimu setiap waktu, sampai akhir waktu

Mungkin jarak ini diberikan oleh Tuhan utk lebih mendekatkan kita padaNya

Sebuah ikhtiar untuk makin menguatkan, melanggengkan, dan mendewasakan perjalanan yang sakinah-mawadah-warahmah, Insya Allah

Seperti yang selalu kau ucapkan padaku setiap waktu, di setiap kesempatan: La Tahzan, sayangku

Dan malam ini kembali kuserahkan segala rencana-rencana dan niat baik kita dalam sujudKu padaNya.

Maaf, aku belum fasih mencintaimu

Maaf, aku belum fasih menjadi istrimu

Kesempurnaan hanya milikNya; aku tidak meminta itu padaNya

Yang kupinta padaNya hanya jalan yg terbaik agar aku bisa fasih; sefasih-fasihnya mencintaimu; menghabiskan sisa hidup, waktu dan umurku bersamamu, setiap waktu

Semoga keterbataanku makin difasihkan oleh Tuhan dengan waktu terindahNya

Kutitipkan cinta itu pada mimpiku untuk dapat menjamah mimpimu disana setiap malam

Tak selalu harus terkatakan, namun semoga bisa selalu terasakan

Atas nama cinta, dengan ijin Tuhan, kudoakan jarak ini, tak ingin berlama-lama bersama kita,

Istrimu,
teman masa kecilmu 23 tahun yang lalu,
pendamping hidupmu yg hanya bisa melabuhkan cinta, rasa, asa, dan karsa padamu, untukmu

Di ujung rindu…berbincang syahdu dengan jarak dan waktu dan sedikit kata-kata sebagai penyeka kalbu

Jakarta, 26 Februari 2014

cintacinta

Advertisements
Comments
  1. boy2men says:

    Mba hebat banget ngungkapin dg kata2 nya 🙂 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s