Top 10 inspirational figures of successful young technopreneurs (Menyambut Kurikulum Berbasis Kewirausahaan 2010)

Posted: June 1, 2010 in Professional-Me
Tags: , ,

Dengan itikad baik untuk memupuk kreativitas dan daya inovasi yang menitikberatkan pada pembentukan karakter yang memiliki semangat kewirausahaan, Dedpdiknas akhirnya akan segera menerapkan Kurikulum Berbasis Kewirausahaan mulai tahun ajaran 2010/2011 dari jenjang pendidikan sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan juga sekolah-sekolah informal. Pun, 108 miliar rupiah telah disuntikkan untuk “embrio” ini.

Tentu saja, seperti halnya dengan program-program lain yang telah terlebih dahulu ada (Kurikulum berbasis kompetensi, Sekolah-sekolah SBI, dll), kebijakan ini pun pasti tak akan terhindarkan dari pro dan kontra, pandangan negatif dan positif, ataupun kritik dan dukungan. Namun satu yang pasti, tentu saja kebijakan ini diambil tidak dengan begitu saja. Menurut Bp. Nuh, salah satu alasan kuat mengapa kebijakan ini akan segera diterapkan adalah untuk terciptanya/termotivasinya generasi muda Indonesia untuk dapat memiliki intellectual-enterpreneurship berkarakter, santun, kreatif, open minded dan memiliki pandangan dan perspektif yang fleksibel, mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini diyakini dapat memotong lingkaran kemiskinan, pengangguran, dan lain-lain.

Tantangan pun menanti “embrio” ini seperti yang dikemukaan Antonius Tanan, Presiden UCEC bahwa “selain sulitnya mengubah pola pikir sebagian guru, kesalahan persepsi orangtua yang mengartikan kewirausahaan sebagai belajar berdagang pun merupakan kendala yang menghadang pelaksanaan pendidikan entrepreneurship/kewirausahaan di sekolah” .

Prakarsa untuk melahirkan “embrio” ini juga didorong oleh fakta makin tingginya jumlah penganggur terdidik, khususnya lulusan perguruan tinggi. Referensi global mengatakan bahwa pendidikan kewirausahaan ini dapat dan telah menjadi solusi ampuh di banyak negara termasuk negara-negara berkembang lain selain Indonesia. Tentu saja mengenai ampuh atau tidaknya suatu program ditentukan dari “kesehatan” “induk” “embrio” itu sendiri. Bahkan, menurut Ciputra, pelatih wirausaha di negara kita ini masih kurang dan masih harus mendatangkan dari luar negeri yang menjadikan hal ini sebagai satu lagi tantangan yang harus dijawab.

Hanya 0,18% dari total penduduk Indonesia yang menjadi wirausahawan, ditambah lagi, masih gengsinya generasi muda kita sekarang untuk menuliskan atau menjawab dengan lantang untuk menjadi wirausahawan/wati jka ditanya mengenai cita-cita di masa depan. Well, sebenarnya being an entrepreneur pun bisa dimulai sejak dini bukan?

Nah, mengapa ini bisa masuk dalam program 100 hari Pak SBY? Ya! Keyakinan bahwa semangat kewirausahaan bisa menjadi motor yang kokoh untuk menggerakkan roda perekonomian yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. Namun hal ini tak luput pula mengundang sejumlah kekuatiran. Kekuatiran bahwa karakter pebisnis yang tidak diperkuat oleh nilai-nilai kependidikan yang mengindonesiakan akan menimbulkan persoalan baru lagi yang belum bernama.

Apapun itu, tidak hanya masalah kebijakan pemerintah saja, segala sesuatunya pasti ada resiko, kritik, tantangan, hambatan, kekuatiran, kecemasan, ataupun ketakutan, namun jangan lupa bahwa harapan, positive thinking, doa, dukungan, dan keyakinan dapat mengubah segala sesuatunya.

Kurikulum Berbasis Kewirausahaan…
Mampukah guru menjawabnya?
Mampukah praktisi pendidikan menjawabnya?
Mampukah generasi muda menjawabnya?
Mampukah masyarakat menjawabnya?
Mampukah petinggi dan stakeholder menjawabnya?
Mampukah “KITA” menjawabnya

(tulisan dibawahnya sudah mulai tidak informal, hehehe)

Dibawah ini sekadar inspirasi saja dari research.globalthoughtz.com (masih dari luar sih) bagaimana generasi muda (paling tua juga masih 30 tahun! tapi kok yg masuk top 10 engga ada yang cewek yach?) di bagian benua lain berwirausaha sambil having fun dengan technology (internet). Untuk itu, satu term dapat mewakilinya, yaitu technopreneur…most specifically, successful young technopreneurs. Bagaimana? ada yang terinspirasi? Mumpung masih muda….:)

Just curious, peluang ICT/TIK untuk menyambut kebijakan ini dapat dimanfaatkan sampai level yang bagaimana yach?

1. Mark Elliot Zuckerberg.Umur: 23 tahun. Proyek: Facebook. Kekayaan: $700 juta. Pendiri Facebook ini berada pada puncak di Amerika sebagai wiraswasta dan pembuat program komputer. Sebagai mahasiswa Harvard, dia membuat Facebook dengan menggunakan komputer temannya di bidang ilmu pengetahuan komputer dan teman sekamarnya, Dustin Moskovits dan Chris Hughes.

2. Andrew Christopher Gower. Umur: 28 tahun. Proyek: Runescape. Kekayaan: $650 juta.
Andrew Christopher Gower adalah seorang pembuat game asal Inggris dan salah satu pendiri Jagex Ltd, perusahaan yang dia dirikan bersama dengan Paul Gower dan Constant Tedder. Dia terkenal melalui pembuatan MMORPG RuneScape, dengan bantuan saudara laki-lakinya, Paul Gower dan juga seorang ahli pengembang. Jagex adalah sebuah penghasil game online untuk komputer yang berbasis di Cambridge, UK. Perusahaan menghasilkan game dengan menggunakan basis Java, seperti dengan kepanjangan nama perusahaanya, JAva Gaming EXperts.

3. Chad Hurley. Umur: 30 tahun. Proyek: YouTube. Kekayaan: $300 juta.
Chad Meredith Hurley adalah salah satu pendiri dan CEO dari website video sharing yang berbasis di San Bruno, California, YouTube. Pada Juni 2006, dia dinominasikan sebagai orang ke-28 dari 50 orang yang berpengaruh saat ini. Pada Oktober 2006, dia menjual YouTuber sebesar $1.65 milyar kepada Google. Hurley adalah seorang ahli user interface dan bertanggung jawab untuk mengkode setiap video di YouTube.

4. Dave Hyatt dan Blake Ross. Umur: 22 tahun. Proyek: Mozilla. Kekayaan: $120 juta.
Blake Aaron Ross, seorang pengembang software bekerja di Mozilla, dengan Dave Hyatt, serta proyek Spread Firefozz dengan Asa Dotzler dimana juga bekerja sebagai seorang kontraktor di Mozilla Foundation. Tahun 2005, dia dinominasikan untuk penghargaan majalah Wired, Renegade of the Year, dengan pesaing Larry Page, Sergey Brin dan Jon Stewart.

5. Andrew Michael. Umur: 29 tahun. Proyek: Fast Hosts. Kekayaan: $110 juta.

6. Angelo Sotira. Umur: 26 tahun. Proyek: DevianART. Kekayaan: $75 juta.
DevianART adalah sebuah komunitas Amerika yang menunjukkan berbagai macam bentuk karya seni. Diluncurkan pertama kali 7 Agustus 2000. May 2009, website ini memiliki 10 juta pengguna, dari 81 juta calon, dan menerima calon-calon anggota sebanyak 105.000 per hari.

7. John Vechey. Umur: 28 tahun. Proyek: PopCap Games. Kekayaan: $60 juta
PopCap Games adalah sebuah perusahaan pembuat dan pengembang game sederhana paling depan di Amerika, berbasis di Seattle, Washington. Didirikan tahun 2000 oleh John Vechey, Brian Fiete dan Jason Kapalka. Bejeweled salah satu game PopCap telah terjual 25 juta unit dalam berbagai jenis media elektronik. PopCap Games tersedia untuk internet, PC dan Mac, Xbox, Playstation 3, telepon genggam, PDA, iPod Classic, iPhone/Touch dan alat-alat sejenis lainnya.

8. Alexander Levin. Umur: 23 tahun. Proyek: ImageShack. Kekayaan: $56 juta
ImageShack adalah sebuah penyimpan gambar di Internet. ImageShack memliki sebuah jasa langganan, tapi pendapatan utama berasal dari iklan berhubungan dengan layanan gratis yang diberikan.

9. Jake Nickell. Umur: 28 tahun. Proyek: Threadless. Kekayaan: $50 juta
Threadless adalah sebuah komunitas toko baju yang dijalankan oleh skinnyCorp dari Chicago, Illinois, sejak tahun 2000. Salah satu pendiri, Jake Nickell dan Jacod DeHart mendirikan perusahaan dengan modal $1,000 setelah memenangkan lomba desain t-shirt. Anggota dari Threadless memasukan desain mereka secara online; kemudian desain tersebut akan dinilai oleh para pengunjung Threadless. Sebagian kecil dari desain yang masuk akan dipilih untuk diproduksi dan dijual melalui toko online. Pembuat dari desain yang menang akan menerima sebuah hadiah uang tunai dan kredit dari toko.

10. Greg Tseng dan Johann Schleier-Smith. Umur: 28 tahun. Proyek: Tagged. Kekayaan; $45 juta
Tagged Inc. didirikan oleh lulusan Harvard, Greg Tseng dan Johann Schleier-Smith. Tagged.com diluncurkan Oktober 2004 oleh Tagged Inc. Tagged.com adalah sebuah website jaringan sosial. Tagged adalah subjek dari sejumlah keluhan kustomer. Berbasis di San Fransisco, California.

Sumber:
http://research.globalthoughtz.com/index.php/young-internet-millionares-as-icons-of-thriving-youth-entrepreneurship-in-dot-com-boom/

Eiits, ini belum berhenti disini lho karena ternyata ada beberapa dari teman-teman muda kita yang sudah “berlaga” sebagai entrepreneur-enterpreneur muda Indonesia yang mendominasi finalis Asia’s Best Young Enterpreneurs tahun 2009 oleh majalah BusinessWeek (Kompas.com)

Dari 25 finalis pilihan para editor dan pembaca BusinessWeek, sembilan wiraswasta muda Indonesia menjadi nomine pengusaha muda terbaik Asia’s Best Young Entrepreneurs. Adapun sisanya dari Singapura, Hongkong, Korsel, Thailand, China, dan India.

Hebatnya, para entrepreneur muda Indonesia ini beberapa ada yang baru berumur 19 tahun. Engga kalah dengan protégé-protege dari benua lain diatas bukan? Walaupun tidak semuanya “bermain-main” dengan internet/software/programming namun I do believe that they have incorporated internet and the world wide web for their system of entrepreneurship.

Berikut sembilan pengusaha muda Indonesia yang menjadi nomine tahunan majalah ekonomi tersebut (dan sudah mulai mendulang sukses betulan bahkan sebelum kurikulum berbasis kewirausahaan diterapkan!)

1. Andina Nabila Irvani (19)
Perusahaan: Spotlight

2. Wahyu Aditya (29)
Perusahaan: HelloMotion School

3. Goris Mustaqim (26)
Perusahaan: PT Resultan Nusantara and ASGAR MUDA Foundation

4. Oscar Lawalata (32)
Perusahaan: Oscar Lawalata Culture

5. Aziz Setyawijaya (19)
Perusahaan: Nomaden Experimental Artworks

6. Malariantika Yulianggi (19)
Perusahaan: Shoyu Pia Cake

7. Roihatul Jannah (30)
Perusahaan: Helmiat Bonceng Bocah

8. Antonius Dian Adhy Feryanto (30)
Perusahaan: PT Pavettia Atsiri Indonesia (PAI)

9. Iim Fahima Jachja (31)
Perusahaan: Virus Communications

Entrepreneur di usia yang masih sangat muda? Siapa takut? Engga gengsi lagi khan?
Start small and dream big….one more thing, bangsa Indonesia kan sebenarnya dikenal karena sangat kreatif (positive meaning lho)…mengapa tidak kita berdayakan untuk hal-hal yang membangun daripada kreatif yang bikin orang susah dan menderita (kreatif bersumpah serapah, kreatif korupsi, kreatif manipulasi, kreatif membalikkan fakta dan bersilat lidah saling menjatuhkan seolah2 itu hal yang keren, dll)? Ya kan?

Wini – Jakarta

Advertisements
Comments
  1. wah kren y.. semoga orang indonesia juga bisa banyak yg seperti itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s